Perbincangan di Meja Makan: Peramu Obat

Di meja makan, Klaylo kembali terlihat gusar. Kali ini sesekali dia merasakan ada seseorang menendang-nendang kakinya. Dira yang tepat di hadapannya mulai melihat gelagat aneh, mengarahkan pandangannya pada Klaylo. Dengan santainya Klaylo melanjutkan sarapan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa, hanya dia yang belum tuntas menghabiskan makanan di piring. Dia bisa menebak ulah iseng temannya yang duduk disamping Dira.

“Aauuu,” Dira merintih pelan, kakinya diinjak.

“Dira, maafkan! Aku tidak sengaja,” Klaylo salah tingkah, akhirnya dia terpancing juga. Niatnya ingin membalas ulah usil Die, malah kaki Dira menjadi korban.

“Klaylo, apa yang kamu lakukan?” Sahut Die, dengan riang merayakan keberhasilan.

“Nak Klaylo, ada apa dengan kalian?” Sambil tersenyum, Nenek Gris ikut bersuara, sejak tadi dia sudah melihat tingkah aneh ketiga anak itu, bahkan sejak kedatangan Klaylo di meja makan.

“Die, awas kamu!” Klaylo berbisik, memberi kepalan tangan pada Die.

“Klaylo genit, nek!” timpal Die, sambil menunjuk jari telunjuk ke arah Klaylo.

Sontak suasana senyap hilang, kini menjadi riang. Semua tertawa kecuali Paman Deyma yang masih jengkel dengan Klaylo. Dia hanya menatap ibunya yang kian senja. Dia tidak pernah melihatnya tertawa sebahagia itu sebelumnya, ada yang berbeda sejak kedatangan tiga pemuda itu di kediamannya.

Lanjutkan membaca Perbincangan di Meja Makan: Peramu Obat

DIY: Build Your Own Smart TV Android Box

Have you planned to buy new smart TV? I think you might stop your planning and build your own. You could turn your HDMI-enabled TV into a great Android powered smart TV. Yes, spend only $19 on Pine A64+ 1GB model or $29 on Pine A64+ 2GB model, it’d be your next DIY project right? 👍

Pine 64 Android Smart TV

Lanjutkan membaca DIY: Build Your Own Smart TV Android Box

Single Board Computer with Pine64

A couple of months, I played with single board computer named Pine64. It is not only a computer, it is a super affordable 64-bit high performance expandable single board computer (SBC). The world’s first 64-bit expandable Quad Core 1.2Ghz supercomputer, tablet, media center, and more.

Lanjutkan membaca Single Board Computer with Pine64

Strategi dan Solusi Ritel dengan IoT Intel, A Retail Conference 2016

Retail comes alive

Intel Indonesia menyelenggarakan Konferensi Retail di mana teknologi dan solusi dipertemukan oleh permintaan pasar ritel yang pesat. Transformasi digital membuat para peritel butuh untuk mempelajari kemampuan baru, merangkul teknologi baru, dan mengambil resiko besar. Acara yang telah diselenggarakan pada tanggal 15 November 2016 di Pullman Jakarta Central Park diikuti oleh pelaku industri ritel, partner Intel, system integrator, dan end user.

Intel IoT - Four Big Ideas by Rajnish Maini

Dalam acara tersebut, beberapa keynote disampaikan oleh Rajnish Maini dan Kim Cheol dari Intel, Roy Mande dari Aprindo (Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia), dan beberapa Partner Intel. Dalam keynotenya, Rajnish Maini dan Kim Cheol dari Intel menyampaikan tentang solusi Internet of Things (IoT) dari Intel untuk menghadapai berbagai permasalahan dan tantangan retail. Sedangkan perwakilan Aprindo menyampaikan kondisi retail yang ada di Indonesia.

Lanjutkan membaca Strategi dan Solusi Ritel dengan IoT Intel, A Retail Conference 2016

Harum Kenanga Bag. 3: Pilihan!

“Jadi di sini makam si Penanam Bunga,” Klaylo berkata.

“Kamu tahu tentang si Penanam Bunga?” Tanya Saura, kaget, sambil menolehkan muka ke Klaylo.

“Di meja makan, dua hari yang lalu Nenek Gris bercerita saat sarapan pagi, sebelum kamu meracuni Die.”

“Oh, bagaimana keadaan temanmu itu?” Masih menatap wajah Klaylo dari samping.

“Sudah membaik, aku sangat berterima kasih padamu.” Klaylo membalas tatapan Saura.

Saura memalingkan wajah, “Berterima kasih untuk apa? Aku yang memberikan racun padanya bukan?” Klaylo hanya tersenyum dan mereka diam beberapa saat.

“Kamu menyelamatkan aku dan Die,” Klaylo kembali bersuara, mereka berdua hanya memandang lurus, tanpa saling tatap.

“Tapi aku yang meracunimu saat pertemuan pertama kita, Klaylo!”

Lanjutkan membaca Harum Kenanga Bag. 3: Pilihan!